Friday, April 5, 2013

Catatan lalu untuk kapten


Hujan? Kau takut?
kemarilah, anggap aku payung. Tenang aku pasti melindungimu.
-02MenitBerlalu
Kenapa? percikan airnya masih membuatmu basah?
Ehm, lihat ini! aku menjelma rumah untukmu, genting-genting kasih sayang ini akan membuatmu merasa aman. Sekarang tidurlah, pakai selimut ini..
-24MenitBerlalu
Ada apa? kenapa berteriak? kau juga takut suara petir itu?
Guncangan-guncangan jendela kaca rindu mengganggu tenangmu?
-16MenitBerlalu
Hey, kenapa kau pucat pasi? tenang ada aku.kau begitu mengkhawatirkan :'(

Baiklah, kau tetap di sini, aku pergi sebentar. terbang melewati awan hitam yang membuat matamu begitu kelu, akan kembali ku pinta burung-burung menemanimu bernyanyi dan menari, berharap tawamu menggelegar didengar seluruh isi bumi ini.
Lihat, aku terbang terlalu tinggi kini. tak heran ketika setiap orang tiba-tiba memanggilku Mentari. juga tahukah kau? sudah ku geser pekat ini menjadi pelangi, memancing sesungging senyummu dan kalahkan sinarku.Tapi maaf, malam-malam jenuh itu tak kan biarkan aku terangimu, mereka akan melemparku jauh menjadi tak terintip melebihi seperti yang kau gambar di tengah gunung hijau saat kau kecil.

Dan inilah sebuah kenyataan tentang kita yang terlampau jauh, aku hanya akan di sini, di ketinggian ini. menjaga awan agar tetap putih, menahan langit agar selalu sebiru matamu seperti kemarin sebelum hujan datang.
-64menitBerlalu, hening..kau tertidur pulas, aku bahagia :)
02+24+16+64= 106MenitBerlalu, hujan tak kan mengguyurmu lagi. aku hangatkanmu dari sini..
*kamu yang takut hujan

0 komentar:

Post a Comment