Sunday, May 27, 2012

"coba kau lihat!, aku masih bisa menulis" 
dia tersenyum mendengarku 

"lalu, coba kau bayangkan betapa selama ini kau membuatku kelimpungan. bahkan sampai ada yang bilang aku seperti kupu-kupu yang terbang tanpa sayap" 
tersenyum untuk yang kedua kalinya 

"sekarang, bisa kau tebak apa saja yang aku tulis?" 
dia diam, mengerutkan kedua alisnya 

"semuanya hanya tentang KESEDIHAN, 98% kesedihan!, kejam kau" 
beranjak, ingin menamparnya, tapi urung ku lakukan 

"tanganku terlalu hebat hanya untuk menyentuh pipimu, bahkan bisa saja aku tak bisa menulis lagi setelahnya" terdiam sesaat 
"sekarang pergilah, lebih baik aku tak melihatmu dari pada menamparmu dan kehilangan magic tanganku ini"

0 komentar:

Post a Comment