Aku Tak Mengerti
Cinta
“Di bola matamu....
Kerinduan_”
“ Boleh dikata cinta itu
semburat
cahaya dalam hati, ini ada di dalam buku”
“ Aku tanya menurutmu,
bukan apa yang ada dalam buku”
“ Menurutku? Hmm.. apa
ya? Entahlah aku juga tidak tahu, lebih baik kau rasakan saja”
“ Dirasakan? Manis nggak
ya?”
“ Bukan manis tapi indah”
“ Kalau indah bukan
dirasa donk tapi dilihat”
“ Terserahlah! Kamu
membuatku semakin bingung”
Sebuah
percakapan yang tak bisa ku lupakan sampai kapanpun, dia selalu bermain-main
dengan cinta tapi dia sendiri tak pernah
tahu hakikat cinta. Dari percakapan inilah semuanya akan berawal indah, seperti
yang dia katakan.
Serangkai cerita cinta
yang sangat parah bila terus ku pikirkan. Ini tentang Alan, seorang laki-laki
yang belum lama ini ku kenal sempat membuatku bingung karena rasa yang dia oles di dinding hatiku,
mungkinkah itu cinta? Aku
tak mengerti adanya. Oh ya aku mengenal Alan sebatas teman di dunia maya saja.
Aku pun tak pernah bertemu dengan dirinya, sekedar tahu dia dari photo-photo
yang dia berikan pada teman-temannya.
***
Aku tak pernah mempercayai sejuta cerita cinta
yang dia lontarkan
padaku, karena aku benar-benar tak ingin tenggelam pada cinta yang kata
teman-temanku sangat menyakitkan itu. Aku tak mau buang-buang waktuku hanya
karena cinta yang suka mengikat hati manusia. Hm… kembali pada Alan, menurutku
dia merupakan teman yang baik dan sangat menyenangkan untuk sekedar menghibur
diri.
“ Selamat pagi, is
there something special to day?” sapanya pagi itu di telepon,, tiba-tiba
saja senyumku merekah.
“ I think, nothing!,
Alan, pagi banget kamu menelponku? Adakah sesuatu yang ingin kau bagi?”
“ Tidak ada, hanya saja
rasanya pagi ini sangat membosankan kalau tidak ku gunakan untuk mendengar
suaramu yang jernih” hm… dia mulai lagi.
“ Jernih? Emangnya air?
Gombalisasi kamu,” Alan hanya tertawa mendengarku mengatakan kata “Gombalisasi”
tadi, aku akui ini penyalahgunaan bahasa Indonesia.
“ Apaan tuh gombalisasi?
Udah kelas berapa sih kok ngga bisa menggunakan bahasa Indonesia dengan baik
dan benar?”
“ Hm… baru kelas 2 SD
mas,” setelah itu aku mendengarnya tertawa.
***
Hari ini aku dibuatnya
bingung lagi, tentang pengakuannya padaku kalau dia menyimpan rasa aneh yang
aku pun
tak mengerti rasa apa itu. Seperti biasa aku berpura-pura menganggap semua itu
leluconnya saja, mana mungkin dia jatuh cinta padaku? Padahal dia tak pernah
bertemu denganku, jadi lucu, kan? Sebenarnya aku juga bingung harus bersikap
seperti apa karena aku juga merasakan apa yang dia rasakan, kalau dipikir
secara logika sih… ini sekedar rasa semu
yang dirasakan gadis berumur 17 tahun sepertiku dan laki-laki berumur 18 tahun
seperti Alan. Aku harus segera selesaikan rasa semu ini.
“ Jadi menurutmu rasa ini
semu?” tanyanya begitu kelu ku dengar, seperti biasa kami hanya bicara lewat
via telepon
“ Ya, kamu harus yakinkan
diri kamu kalau apa yang kau rasakan hanya semu!” aku berusaha setenang mungkin
“ Va, aku sudah
memikirkan ini matang-matang, dan ku rasa mungkin aku mencintai kamu, dan aku selalu butuh kamu”
“ Mungkin?! Itu hal yang
wajar, aku menemani kamu sms dan telepon setiap hari jadi tak salah jika
tiba-tiba kamu merasa seperti itu, tapi yang jelas ini bukan cinta seperti yang
kamu maksud” aduh Alan, jangan buatku tambah bingung dan tak mengerti.
“ Lalu aku harus
bagaimana menghadapi rasa ini?”
“ Yakinkan dirimu kalau
itu hanya rasa yang semu” aku terus mengulang kalimat itu, aku tak mau
terperangkap oleh permainan seperti ini lagi pula aku tak mempercayai Alan
seutuhnya, maafkan aku Alan…!!
***
Alan belum menghilang
dari duniaku, dia tetap menghubungiku setiap hari. Tak ku pungkiri aku bahagia, dan entahlah tiba-tiba
aku suka dia memperlakukanku lebih dari sekedar teman, bahkan terkadang aku
biarkan dia menghambur sayangnya padaku, karena aku juga menyayanginya tapi aku
tak ingin melebih-lebihkan semua ini. Terkadang aku berpikir jika suatu saat
tanpa sengaja aku bertemu dengan Alan mungkin sikapku akan kaku, dan sulit
menyapanya seperti yang biasa ku lakukan di telepon. Aku berpikir lagi, Alan
aku sangat menyayangi kamu tapi aku tak ingin kita lebih dari sekedar teman...
lebih baik kita lihat semuanya nanti.


1 komentar:
Pengen tau ajha atau pengen tau banget :p
Post a Comment