Jangan berlebihan! Ini hanya tentang betapa bulat bumi yang
semakin gagal Ia pikirkan. Juga tentang bolehnya manusia memiliki
harapan-harapan walau tak ada yang tahu kapan terkabulkan.
“Absurd! Absurd! Absurd!” kata itu berulang kali keluar dari
mulutnya, juga lelehan air mata yang seperti tanpa sengaja mengikuti irama yang
mendayu-dayu dari dalam hatinya. Beginilah mungkin seorang perempuan
bersenjatakan tangis kala tak kuat menahan perih yang tak pernah berlumurkan
darah.
“Aku pantas mati.” Gumamnya lagi. Merasa hari-hari itu sudah
sangat takut meninggalkan sejarah. Ia berulang kali meminta angin berhenti
berkabar, memaksa hujan tinggalkan saja basah tanpa berair. Percuma! Terlanjur
pula! Ia hanya perempuan biasa, penikmat binatang kecil bernama kupu-kupu
bermimpi akan pernah memiliki sayap atau bahkan menjelma malaikat. Kenapa
begitu? Suatu hari Ia bertanya ‘pernahkah para malaikat atau peri merasakan
sakit sedemikian rupa yang ia rasakan?’ pertanyaan yang bodoh memang!
pikirnya mereka hanya sibuk terbang kesana-kemari berbagi kebahagiaan, tanpa
melukai siapapun tanpa mengorbankan siapapun.
“Tolol! Ini hanya mimpi, mimpi yang aneh. Se-aneh kata
mereka. Hentikan sekarang juga menjadi pengkhayal terlalu dalam.” Ia tertidur,
kelelahan menarik urat-urat di samping matanya mengeluarkan air mata.
Biarkanlah Ia terlelap dan merasakan mimpi yang belum pernah Ia rencanakan.


0 komentar:
Post a Comment